Jenis Ular Hijau yang Berbisa dan Tidak Berbisa

Jenis Ular Hijau yang Berbisa dan Tidak Berbisa

Ular adalah jenis hewan melata yang sebagian besar orang menganggap sebagai hewan yang berbahaya.

Tidak hanya di hutan, jenis reptil ini sering dijumpai di berbagai tempat, bahkan di perkotaan dan masuk ke dalam pekarangan rumah masyarakat.

Jenis Ular Hijau yang Berbisa dan Tidak Berbisa

Hewan Reptil ini di Indonesia sendiri, terdapat sekitar 350 lebih spesies ular. Namun yang dikategorikan sebagai ular berbisa tinggi tidak lebih dari 20%.

Maka dari itu, kemampuan untuk mengenali jenis ular adalah mendasar yang dapat dilakukan agar kita tahu apakah ular tersebut berbisa atau tidak

1. Ular Bangkai Laut (Trimeresurus Albolabris)

Ular ini memiliki ciri-ciri utama ekor berwarna merah. Ular bangkai laut juga dikenal dengan sebutan viper hijau dan merupakan jenis ular berbisa tinggi dengan kandungan racun hemotoksin.

2. Ular Viper Timur (Trimeresurus insularis)

Ular ini memiliki penampilan yang hampir serupa dengan ular bangkai laut. Yang membedakan adalah warna mata yang merah kecoklatan.

Ini juga memiliki varian warna lain, yakni, berwarna biru muda. Viper timur juga memiliki racun bisa yang tinggi dengan kandungan hemotoksin.

3. Ular Hageni (Trimeresurus hageni)

Trimeresurus hageni, biasanya dikenal sebagai hagen pit viper yang merupakan spesies pit viper.

Ular ini merupakan jenis ular berbisa tinggi dari Crotalinae subfamili yang masuk ke dalam keluarga viperidae.

4. Ular Pucuk (Ahaetulla Prasina)

Ular ini tersebar luas di Asia Selatan hingga kepulauan Nusantara. Ular ini isebut ular pucuk karena tubuhnya yang menyerupai pucuk untuk memudahkannya bergantung di pepohonan.

Memiliki kadar racun bisa sedang dan tidak berbahaya bagi manusia. Meskipun demikian, gigitan ular tetap sakit dan mengakibatkan bengkak

5. Ular Bajing (Gonyosoma oxycephalum)

Ular bajing dikenal pula dengan sebutan ular bamban, mereka adalah jenis ular tikus hijau yang hidup di pepohonan. Ular ini tidak memiliki racun bisa dan tidak berbahaya bagi manusia.

Bentuknya hampir serupa dengan Trimeresurus albolabris yang berwarna hijau, namun ekor ular bajing cenderung berwarna perak. Perbedaannya adalah bentuk kepala ular bajing yang cenderung gepeng dan runcing. Ular ini tidak memiliki racun bisa dan tidak berbahaya bagi manusia.

Bentuknya hampir serupa dengan Trimeresurus albolabris yang berwarna hijau, namun ekor ular bajing cenderung berwarna perak. Perbedaannya adalah bentuk kepala ular bajing yang cenderung gepeng dan runcing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Post