Perbedaan King Kobra dan Kobra

Perbedaan King Kobra dan Kobra

Akhir-akhir ini masyarakat tengah membicarakan karena kemunculannya yang mulai terjadi dimana-mana. Ular ini diketahui sebagai ular dengan jenis bisa yang mematikan.

Terdapat suatu fakta bahwa, musim pancaroba merupakan musim yang paling pas bagi ular kobra untuk melakukan perkawinan, bertelur, hingga menetas.

Ular kobra juga bisa dikenal sebagai ular sendok dikarenakan bentuk kepalannya yang lebar menyerupai sendok.

Tak jarang kadang ular kobra dianggap masyarakat sama dengan ular king kobra, namun sebenarnya kedua hewan tersebut memiliki perbedaanya masing-masing. Kedua hewan tersebut juga berasal dari genus yang berbeda jika King kobra termasuk dalam genus Ophiophagus, sedangkan kobra biasa termasuk dalam genus Naja.

Dibawah ini akan kami berikan perbedaan mengenai perbedaan ular kobra dan juga king kobra

1.Persebaran

Perbedaan King Kobra dan Kobra

Ular kobra sendiri diketahui memiliki 10 jenis yang termasuk dalam keluarga Naja, dan persebaran mereka rata-rata dapat ditemui di Pulau Jawa.

Sesusai dengan persebarannya, ular kobra tersebut termasuk dalam jenis Naja Sputatrix atau bisa juga disebut sebagai kobra jawa.

Kobra yang tergolong Naja Sputatrix memiliki ciri-ciri warna corak kulit condong hitam dan gelap, mereka juga dapat menyemburkan bisa.

Kobra jawa juga diketahui memiliki musim kawin, yaitu pada masa pancaroba, maka tak heran pada musim pancaroba sering kali diberitakan terdapat ular kobra ataupun ular yang bersarang dirumah warga.

Sedangkan untuk king kobra sendiri persebarannya terdapat di Asia selatan ataupun tenggara. Ular ini biasa juga bisa ditemui didaratan Cina bagian selatan, Nepal, Indocina, Filipina, Brunei dan termasuk Indonesia.

Diketahui king kobra dapat bertahan hidup dengan menyesuaikan diri pada habitatnya dimanapun mereka berada.

Sekali bertelur hewan ini ketahui mampu menghasilkan telur sebanyak 20 hingga 40 telur banyaknya, betina king kobra biasanya membuat sarang dari dahan dan juga daun-daunan, oleh sebab itu kebanyakan king kobra ditemukan pada wilayah hutan maupun rawa.

2.Ukuran dan sisik

Ukuran dan sisik

Untuk ukuran tubuh sendiri sesuai dengan namanya, king kobra jelas memiliki bentuk tubuh yang lebih besar yaitu bisa mencapai Panjang 6 meter dengan diameter tubuh 10cm.

Factor tersebut yang menjadikannya sebagai ular paling Panjang di dunia, king kobra juga diketahui memiliki usia hidup mencapai 20 tahun.

Untuk dari segi sisik ular king kobra sendiri memliki celah antar sisik yang lebih besar dengan bentuk yang khas

Sedangkan pada kobra jawa biasanya hanya memiliki Panjang mencapai 1,6 hingga 2 meter, dengan berat yang bervariasi juga, usia kobra juga hanya 1/3 dari king kobra pada umumnya.

Dan sisik kobra biasanya akan lebih rapat dan juga bentuknya kecil, jarak antar sisik juga lebih berdekatan dan nyaris tidak ada celah diantaranya.

3.Makanan dan perilaku

Makanan dan perilaku

Hal yang dapat memudahkan dalam membedakan kobra jawa dengan king kobra adalah dari segi makanan, dimana jika king kobra memiliki kecederungan untuk memangsa kaum sendiri, yang dimana hal tersebut tidak dilakukan oleh ular kobra jawa.

Kobra jawa hanya tertarik pada mamalia kecil, retpil, ataupun katak.

Untuk king kobra sendiri, karena namanya terdapat kata king yaitu raja, antara satu dengan lainnya cenderung memiliki daerah teritorialnya sendiri, sedangkan untuk kobra jawa sendiri tidak ditemukan.

Jadi, itulah sekilas mengenai perbedaan antara ular kobra dengan king kobra. Semoga artikel ini membantu kamu dalam membedakan kedua hewan tersebut ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Post